Ad Code

Responsive Advertisement

Dua Pintu Sesudah Sukses

Ada sukses yang istijraj ada sukses yang mardhatillah. Ada sukses yang malah membuat jauh dari Allah ada sukses yang diRidho-i Allah. Kita tidak mungkin sukses yang mardhatillah kalau kita tidak tahu jalannya. Maka jalannya itu adalah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Apa contoh dari rasul. Sabda rasul : Dan berakhlaklah kamu dengan akhlak Allah, kecuali yang tidak boleh yaitu Sombong.

Misal : Allah Maha Pengasih, maka kita harus pengasih. Tanda pengasih maka kita tidak boleh pelit. Kalau Allah Maha Penyayang maka kita juga harus penyayang, tandanya kita tidak kejam. Kalau Allah Maha Bersih, maka kita harus bersih, tandanya kita tidak kotor, dan tidak mengotori diri. Kalau kita ada najis di luar, maka kita harus bersihkan najisnya. Baru dalam keadaan bersih itu kita boleh sholat, dan diterima sholatnya.

Lalu bagaimana dengan najis yang ada di dalam?? Misal ada di dalam darah kita. Misal karena ada makanan dari hasil korupsi. Maka sholat pun tidak diterima. Kalau najis di luar kita bisa bersihkan, bagaimana dengan najis yang ada dalam darah kita karena sesuatu yang haram. Bagaimana jika yang ada dalam darah kita itu korupsi dari harta 230 juta orang…??? 230 juta orang yang bernama rakyat Indonesia. Mungkin dengan harta itu dia pergi haji, sangkanya itu akan membersihkannya.

Jangan harap. Jangan harap sholat dan hajinya diterima manakala di dalam darah kita ada darah yang kotor, di dalam daging kita ada daging yang kotor, sebelum kita minta maaf pada yang punya!. Bagaimana kalau yang punya 230 juta orang?? Kalau urusan dengan Allah, itu mudah. karena dengan taubatan nashuha maka Allah akan mengampuni. Tapi bagaimana dengan 230 juta rakyat Indonesia. Para koruptor dengan hartanya itu pergi haji, maka itu tidak membersihkan. Untuk membangun masjid maka amalnya itu juga tidak diterima oleh Allah.

Maka jangan sembarang kita mendzalimi orang lain. Memakan harta yang jadi hak orang lain.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement