Ad Code

Responsive Advertisement

Wara = Menjaga Diri

Ada satu riwayat. Ada seorang mau pergi ke Yerusalem mau melihat Masjidil Aqsa. Lalu dia beli kurma pada kakek tua. Lalu ada kurma yang jatuh. Dikiranya dari kurma yang sudah ditimbang. Dimakanlah kurma itu. Ternyata itu bukan kurma yang sudah dia beli yang sudah ditimbang. Itu kurma yang masih jadi hak kakek-kakek pedagang.

Lalu diteruskannya perjalanan sampai ke Masjidil Aqsha. Disana lalu dia mendengar pembicaraan malaikat. Bahwa doa dan sholatnya tidak diterima oleh Allah. Sebabnya dia telah memakan 1 biji kurma yang tidak halal milik seorang kakek yang punya 10 anak. Terkejutlah ia. Segera ia kembali.

Tapi butuh 30 hari untuk sampai ke tempat kakek tersebut. Ketika sampai disana ternyata hanya ada anak muda di kiosnya.

Mana sang Bapak?

Bapak saya sudah meninggal 10 hari yang lalu, kata si anak muda.

Lalu diceritakanlah pada sang pemuda, bahwa ia tanpa sengaja telah memakan kurma dagangan sang kakek, dan karenanya doa dan sholatnya tidak diterima Allah. Maka pada kesempatan itu ia minta kepada sang pemuda sebagai pewaris kakek agar diikhlaskan kurma 1 biji tersebut.

Oh saya sendiri bisa memaafkan, tetapi saya punya 9 saudara yang jauh-jauh tinggalnya.

Demi keinginan untuk diikhlaskan kurma 1 biji yang tidak sengaja dimakannya itu, maka dia cari ke sembilan anak sang kakek tadi. Ke Syria, ke Yordan, dsb.

Jadi jangan sembarang coba-coba buah dagangan si tukang buah kalo tidak dapat ijinnya. Jangan sembarang mengambil barang hak orang lain.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement