Arafah
adalah tempat ke tiga bagi jamaah haji yaitu setelah Makkah dan Mina. Di
sinilah para jamaah haji harus melakukan wukuf yang arti harhiyahnya berdiam
diri atau berhenti tidak jalan.
Wukuf di
Arafah adalah rukun haji, tanpa wukuf di Arafah berarti hajinya tidak sah. Maksud
dari wukuf di Arafah adalah berada di
Arafah pada waktu antara tergelincirnya matahari (tengah hari) tanggal 9 Dzul
Hijjah sampai tengah malam dengan berpakaian ihram (walau keberadannya di
lokasi itu hanya sebentar).
Arafah
terletak di sebelah tenggara Makkah ± 21 Km dan merupakan tanah
lapang atau padang yang amat luas, dimana di bagian belakang dikelilingi oleh
bukit berbentuk setengah lingkaran. Padang Arafah luasnya kira-kira 3,5 Km x
3,5 Km, sekarang ini sudah diplot oleh pemerintah Arab Saudi dengan jalan-jalan
besar beraspal dan ditanami pohon-pohon rindang, sehingga tampak dari atas
seperti kotak-kotak hijau dengan garis-garis hitam.
Pada musim
haji, dibawah pohon-pohon inilah tenda dipasang dan bagi yang tidak kebagian
tenda cukup berteduh di bawah pohon.
Suhu udara tidak tidak terlalu panas, karena setiap 20 meter ada pipa
setinggi 6 meter yang dari atasnya memancar air halus yang mirip gerimis namun
airnya lebih lembut, sehingga menurunkan suhu di sekitarnya. Pancaran air ini
sangat bermanfaat sekali dan ternyata dapat mengurangi banyaknya jamaah yang
kena heat stroke (tiba-tiba lemas karena sengatan matahari). Waktu haji tahun
1431 H, system pancaran air ini baru diterapkan hanya di bagian tengah saja,
mudah-mudahan tahun ini sudah merata diseluruh lokasi wukuf.
Arti lain
dari Arafah adalah tahu atau kenal, karena di lokasi inilah tempat pertemuan
Nabi Adam dan Ibu Hawa, yang mana sebelumnya mereka terpisah sangat jauh
setelah turun dari sorga. Nabi Adam turun di India dan Ibu Hawa turun di
Jeddah. Mereka saling mencari dan akhirnya saling melihat dan mengenal di
lokasi ini, persisnya di Jabal Rahmah.
Setelah bertemu kembali mereka berkumpul dan menetap di Makkah, kemudian mengembangkan
keturunannya dari tempat tersebut.
Peristiwa
pertemuan di lokasi ini diabadikan setiap tahun oleh Nabi Adam dan diteruskan
oleh keturunannya sebagai ibadah , kemudian direkomendasikan atau disahkan oleh
agama Islam sampai sekarang. Hanya saja wukuf di sini yang merupakan kewajiban
bagi ummat Islam hanyalah sekali seumur hidup, itupun bagi yang mampu datang ke
tempat itu. Makna mampu ini meliputi berbagai aspek seperti; kemampuan biaya,
kesehatan, keamanan, dan kemampuan pemenuhan syarat-syarat wukuf/haji, antara
lain, kesehatan jiwa dan bagi wanita ada muhrimnya.
Keutamaan Arafah adalah sebagaimana sabda Nabi
Muhammad SAW yang artinya, “Doa yang paling afdhal adalah doa di hari Arafah”.
Dalam riwayat lain Nabi bersabda, “Tidak ada hari yang paling banyak Allah
menentukan pembebasan hambanya dari Neraka kecuali hari Arafah”.
ICMI Daker
Madinah

0 Komentar